Text
Tak ada ikan asin di lautan
Ini Sekadar genangan perasaan-perasaan rohani yang dituturkan dalam bentuk cerita-cerita, refleksi-refleksi, atau pekik-ratapan yang sederhana. Ini bukan fiksi, bukan riset ilmiah. Ini, sekali lagi, adalah semata genangan perasaan-perasaan yang berdendang di kedalaman jiwa saat melamun, berpikir, dan berbincang dengan-Nya di antara lautan kenyataan hidup sehari-hari dan ayat-ayat suci-Nya yang tergenggam di tangan. Tataplah lautan, sungguh tak pernah ada ikan yang menjadi asin karena menghuninya siang dan malam; maka mestinya juga musykil bagi jiwa mukmin yang haq untuk bergeser, berubah, dan goyah jangkar imannya di antara lautan kehidupannya. Maka seyogianya apa pun yang lalu diterjadikan-Nya, manis atau getir, sukses atau gagal, di keramaian atau kesunyian, tak pernah mampu menggoyahkan hunjaman iman di palung hatinya – bahwa segalanya semata la haula wala quwwata illa billah, semata dari-Mu, oleh-Mu, dan untuk-Mu. Tataplah ikan-ikan yang tetap segar dan ceria di antara lautan yang pasang atau surut
| KU01040 | 297.57 EDI t 3650/SMAN5CLG/2022 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain